ALAT PRAKTIKUM

Laboratorium Pengolahan Bahan Galian (PBG)

Ball Mill

Deskripsi alat

Ball mill adalah mesin penggiling industri berbentuk silinder horizontal yang berputar, menggunakan media bola (baja/keramik) untuk menghancurkan dan menggiling material (bijih, semen, keramik) menjadi bubuk halus (ukuran mikron) melalui mekanisme tumbukan dan gesekan.

Prinsip kerja

Silinder berputar, mengangkat bola-bola penggiling ke atas, lalu jatuh (tumbukan) dan menggelinding (gesekan) untuk menghancurkan material yang ada di dalam drum.

Prosedur Kerja

A. Persiapan Alat

  1. Pastikan Ball Mill dalam kondisi baik dan bersih.
  2. Periksa kondisi tabung, pengunci, dan sumber listrik.
  3. Pastikan jumlah dan ukuran grinding media sesuai dengan kebutuhan pengujian.

B. Persiapan Sampel

  1. Siapkan sampel yang akan digerus.
  2. Keringkan sampel jika masih mengandung kadar air berlebih.
  3. Timbang massa sampel yang akan dimasukkan ke dalam Ball Mill dan catat hasilnya.

C. Pengisian Ball Mill

  1. Buka tutup tabung Ball Mill.
  2. Masukkan grinding media ke dalam tabung sesuai kapasitas yang ditentukan.
  3. Masukkan sampel yang telah ditimbang.
  4. Tutup tabung dengan rapat dan pastikan pengunci terpasang dengan baik.

D. Pengoperasian Ball Mill

  1. Pasang tabung (jar) yang sudah terisi sampel dan bola ke dalam mesin.
  2. Kencangkan pengunci tabung dan pastikan posisi beban seimbang.
  3. Tutup penutup pelindung luar mesin (fitur keamanan utama).
  4. Hubungkan kabel daya ke stopkontak.
  5. Tekan tombol Power/On pada panel kontrol utama.
  6. Atur parameter kecepatan (RPM) pada layar digital.
  7. Atur durasi waktu (Timer) penggilingan.
  8. Tekan tombol Start untuk memulai operasi.
  9. Tunggu hingga mesin berhenti otomatis sesuai timer atau tekan tombol Stop secara manual.
  10. Tekan tombol Power (Off) untuk mematikan sistem kontrol.
  11. Cabut kabel daya jika sudah tidak digunakan kembali.
  12. Buka penutup pelindung dan keluarkan tabung setelah mesin benar-benar diam.

Sieve Shaker

Deskripsi alat

Sieve Shaker adalah alat yang digunakan untuk memisahkan dan menganalisis ukuran butir material melalui proses pengayakan mekanis. Alat ini menggetarkan susunan ayakan dengan berbagai ukuran bukaan sehingga partikel terpisah sesuai ukurannya. Sieve Shaker banyak digunakan dalam praktikum dan penelitian pertambangan untuk menentukan distribusi ukuran partikel secara cepat, akurat, dan konsisten.

Prinsip kerja

Sieve Shaker bekerja dengan cara menggetarkan susunan ayakan yang memiliki ukuran lubang berbeda. Sampel dimasukkan ke ayakan paling atas, kemudian getaran membuat material bergerak dan terpisah sesuai ukurannya. Partikel yang lebih kecil akan lolos ke ayakan di bawahnya, sedangkan partikel yang lebih besar akan tertahan pada ayakan yang sesuai. Hasil pengayakan kemudian digunakan untuk mengetahui distribusi ukuran butir material.

Prosedur Kerja

A. Persiapan Sampel

  1. Ambil sampel yang telah direduksi sesuai kebutuhan pengujian.
  2. Keringkan sampel apabila masih mengandung kadar air yang dapat memengaruhi hasil pengayakan.
  3. Timbang massa awal sampel dan catat hasilnya.

B. Penyusunan Ayakan

  1. Susun ayakan dari ukuran bukaan terbesar di bagian atas hingga ukuran terkecil di bagian bawah.
  2. Pasang pan pada bagian paling bawah untuk menampung material yang lolos seluruh ayakan.
  3. Pastikan setiap ayakan tersusun dengan benar dan rapat.

C. Memasukkan Sampel

  1. Tuangkan sampel yang telah ditimbang ke ayakan paling atas.
  2. Pasang penutup pada bagian atas susunan ayakan.

D. Pengoperasian Sieve Shaker

  1. Letakkan susunan ayakan pada dudukan Sieve Shaker.
  2. Kunci pengikat ayakan hingga susunan ayakan stabil dan tidak bergeser.
  3. Atur waktu pengayakan sesuai standar pengujian, umumnya 10–15 menit.
  4. Nyalakan alat dengan menekan tombol ON/START.
  5. Biarkan alat bekerja hingga waktu yang ditentukan selesai.
  6. Setelah selesai, matikan alat dan lepaskan susunan ayakan dengan hati-hati.
  7. Catat penggunaan alat pada buku log laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.
  8.  

E. Pembersihan Alat

  1. Bersihkan sisa material pada setiap ayakan menggunakan kuas.
  2. Pastikan tidak ada partikel yang menyumbat bukaan ayakan.
  3. Simpan ayakan dan alat pada tempat yang telah ditentukan.
  4. Matikan sumber listrik setelah penggunaan selesai.

Hammer Mill

Deskripsi Alat
Hammer Mill adalah alat preparasi sampel yang digunakan untuk memperkecil ukuran material melalui mekanisme tumbukan (impact) dan gesekan. Alat ini terdiri atas rotor yang dilengkapi palu-palu (hammer) yang berputar dengan kecepatan tinggi di dalam ruang penghancur (crushing chamber). Material yang masuk ke dalam alat akan dihancurkan oleh tumbukan palu dan kemudian keluar melalui saringan (screen) yang berada di bagian bawah alat sesuai ukuran yang diinginkan.

Prinsip Kerja Prinsip kerja Hammer Mill adalah pengecilan ukuran material menggunakan gaya tumbukan (impact force). Material yang dimasukkan ke dalam hopper akan masuk ke ruang penghancur dan terkena tumbukan dari palu yang berputar dengan kecepatan tinggi. Akibat tumbukan berulang, material akan pecah menjadi ukuran yang lebih kecil.

Prosedur Kerja

A. Persiapan Alat

  1. Pastikan Hammer Mill dalam kondisi bersih dan siap digunakan.
  2. Periksa kondisi palu (hammer), screen, hopper, dan ruang penghancur.
  3. Pastikan sumber listrik dan panel kontrol berfungsi dengan baik.
  4. Gunakan alat pelindung diri (APD) seperti jas laboratorium, masker, sarung tangan, dan sepatu keselamatan.

B. Persiapan Sampel

  1. Siapkan sampel yang akan direduksi ukurannya.
  2. Bersihkan sampel dari benda asing yang dapat merusak alat, seperti logam atau material keras lainnya.
  3. Timbang massa sampel sesuai kebutuhan pengujian dan catat hasilnya.

C. Memasukkan Sampel

  1. Pastikan Hammer Mill belum diisi sampel sebelum dinyalakan, kecuali prosedur alat mengizinkan sebaliknya.
  2. Nyalakan alat sesuai prosedur operasional.
  3. Masukkan sampel secara bertahap melalui hopper (corong pemasukan).
  4. Hindari memasukkan sampel secara berlebihan agar tidak menyebabkan penyumbatan atau beban berlebih pada motor.
  5. Jangan memasukkan tangan atau benda lain ke dalam hopper selama alat beroperasi.
  6. Amati proses penghancuran hingga seluruh sampel selesai diproses.

D. Pengoperasian Hammer Mill

  1. Hidupkan Hammer Mill melalui sakelar utama.
  2. Biarkan motor mencapai putaran kerja yang stabil sebelum sampel dimasukkan.
  3. Operasikan alat sesuai kapasitas yang direkomendasikan oleh pabrikan.
  4. Pantau suara, getaran, dan performa alat selama proses berlangsung.
  5. Jika terdengar suara tidak normal, terjadi getaran berlebih, atau alat macet, segera hentikan operasi dan lakukan pemeriksaan.
  6. Setelah seluruh sampel selesai dihancurkan, biarkan alat beroperasi selama beberapa detik untuk memastikan tidak ada material yang tertinggal di ruang penghancur.
  7. Matikan alat menggunakan sakelar utama dan tunggu hingga seluruh bagian yang berputar berhenti sepenuhnya sebelum membuka penutup atau mengambil hasil.

E. Pembersihan Alat

  1. Pastikan Hammer Mill telah dimatikan dan terputus dari sumber listrik.
  2. Bersihkan sisa material pada hopper, ruang penghancur, screen, dan saluran keluaran menggunakan kuas atau sikat yang sesuai.
  3. Jangan menggunakan air secara langsung pada bagian motor atau komponen kelistrikan.
  4. Lepaskan screen apabila diperlukan untuk membersihkan material yang menempel.
  5. Pastikan tidak ada sampel yang tertinggal di dalam alat untuk mencegah kontaminasi pada penggunaan berikutnya.
  6. Pasang kembali seluruh komponen yang telah dilepas.
  7. Bersihkan area kerja di sekitar alat dan simpan peralatan pendukung pada tempatnya.
  8. Catat penggunaan alat pada buku log laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.

Primary Crusher : Jaw Crusher

Deskripsi Alat
Jaw Crusher merupakan alat preparasi sampel yang digunakan sebagai primary crusher untuk mereduksi ukuran batuan atau mineral berukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil. Alat ini bekerja dengan sistem penghancuran menggunakan dua rahang (jaw plate), yaitu rahang tetap dan rahang bergerak, sehingga menghasilkan ukuran material yang sesuai untuk proses preparasi atau pengolahan selanjutnya.

Prinsip Kerja
Jaw Crusher bekerja berdasarkan prinsip kompresi (compression). Material dimasukkan ke dalam ruang penghancur, kemudian dijepit dan ditekan di antara rahang tetap dan rahang bergerak hingga pecah. Material yang telah mencapai ukuran lebih kecil dari celah keluaran akan keluar melalui bagian bawah alat secara gravitasi, sedangkan material yang masih berukuran besar akan terus mengalami proses penghancuran hingga memenuhi ukuran yang diinginkan.

Prosedur Kerja

A. Persiapan Alat

  1. Pastikan Jaw Crusher dalam kondisi bersih dan siap digunakan.
  2. Periksa kondisi jaw plate, hopper, discharge opening, serta seluruh komponen mekanis untuk memastikan tidak terdapat kerusakan atau keausan yang berlebihan.
  3. Pastikan baut pengikat, pelindung (guard), dan penutup alat terpasang dengan baik.
  4. Periksa sambungan kabel dan sumber listrik untuk memastikan alat dapat beroperasi dengan aman.
  5. Atur bukaan (jaw setting) sesuai ukuran produk yang diinginkan.
  6. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa helm keselamatan (jika diperlukan), kacamata pelindung, masker debu, sarung tangan, dan sepatu keselamatan.

B. Persiapan Sampel

  1. Pastikan sampel bebas dari benda asing seperti logam, kayu, plastik, atau material lain yang dapat merusak jaw plate.
  2. Pastikan ukuran sampel tidak melebihi kapasitas maksimum bukaan Jaw Crusher.
  3. Bersihkan sampel dari kotoran yang berlebihan apabila diperlukan.
  4. Timbang sampel sesuai kebutuhan praktikum atau analisis.
  5. Siapkan wadah untuk menampung hasil penghancuran.

C. Memasukkan Sampel

  1. Nyalakan Jaw Crusher hingga mencapai putaran kerja yang stabil.
  2. Masukkan sampel secara bertahap melalui hopper.
  3. Hindari memasukkan sampel dalam jumlah berlebihan agar tidak menyebabkan penyumbatan.
  4. Jangan memasukkan tangan atau alat bantu ke dalam hopper selama Jaw Crusher beroperasi.
  5. Biarkan material masuk dan dihancurkan secara bertahap hingga seluruh sampel selesai diproses.

D. Pengoperasian Jaw Crusher

  1. Hidupkan alat melalui sakelar utama.
  2. Pastikan seluruh sistem bekerja secara normal sebelum proses penghancuran dimulai.
  3. Operasikan alat sesuai kapasitas yang direkomendasikan.
  4. Amati suara, getaran, dan performa alat selama proses berlangsung.
  5. Jika terjadi suara tidak normal, getaran berlebihan, atau penyumbatan material, segera hentikan pengoperasian dan lakukan pemeriksaan.
  6. Setelah seluruh sampel selesai dihancurkan, biarkan alat tetap beroperasi beberapa saat hingga tidak ada material yang tersisa di ruang penghancur.
  7. Matikan alat dan tunggu hingga seluruh bagian yang bergerak berhenti sepenuhnya sebelum mengambil hasil penghancuran.

E. Pembersihan Alat

  1. Pastikan Jaw Crusher telah dimatikan dan terputus dari sumber listrik.
  2. Bersihkan sisa material pada hopper, jaw plate, ruang penghancur, dan saluran keluaran menggunakan kuas atau sikat.
  3. Jangan membersihkan komponen kelistrikan menggunakan air.
  4. Pastikan tidak ada material yang tertinggal pada ruang penghancur untuk menghindari kontaminasi sampel berikutnya.
  5. Bersihkan area kerja di sekitar alat.
  6. Pasang kembali seluruh komponen pelindung apabila sebelumnya dilepas.
  7. Catat penggunaan alat pada buku log laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.

Precision Thin Sectioning

Deskripsi Alat
Precision Thin Sectioning merupakan alat preparasi yang digunakan untuk memotong sampel batuan atau mineral secara presisi menjadi irisan tipis (thin section). Alat ini menghasilkan potongan dengan permukaan yang rata dan ukuran yang akurat sehingga sampel siap untuk proses penggerindaan, pemolesan, dan analisis petrografi menggunakan mikroskop.

Prinsip Kerja
Precision Thin Sectioning bekerja dengan menggunakan mata pisau berlian (diamond blade) yang berputar untuk memotong sampel secara presisi. Sampel dijepit pada sample holder, kemudian digerakkan secara perlahan menuju mata pisau sehingga menghasilkan potongan dengan ketebalan yang seragam. Selama proses pemotongan, cairan pendingin (coolant) dialirkan untuk mengurangi panas, meminimalkan keausan pisau, dan menjaga kualitas permukaan hasil potongan.

Prosedur Kerja

A. Persiapan Alat

  1. Pastikan Precision Thin Sectioning dalam kondisi bersih dan siap digunakan.
  2. Periksa kondisi mata pisau berlian (diamond blade) untuk memastikan tidak retak atau aus.
  3. Pastikan sistem pendingin (coolant) terisi dan berfungsi dengan baik.
  4. Periksa penjepit sampel (sample holder) dan pastikan dapat mengunci sampel dengan kuat.
  5. Pastikan seluruh komponen pelindung terpasang dengan baik dan sumber listrik dalam kondisi aman.
  6. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa kacamata pelindung, masker, sarung tangan, dan sepatu keselamatan.

B. Persiapan Sampel

  1. Bersihkan sampel batuan dari debu, lumpur, atau kotoran yang menempel.
  2. Pilih bagian sampel yang akan dibuat sayatan tipis sesuai kebutuhan analisis.
  3. Pastikan ukuran sampel sesuai dengan kapasitas penjepit alat.
  4. Beri tanda pada bagian sampel yang akan dipotong apabila diperlukan.

C. Memasukkan Sampel

  1. Letakkan sampel pada sample holder.
  2. Atur posisi sampel sesuai arah pemotongan yang diinginkan.
  3. Kencangkan sample holder hingga sampel terpasang dengan stabil.
  4. Pastikan sampel tidak bergeser sebelum proses pemotongan dimulai.

D. Pengoperasian Precision Thin Sectioning

  1. Nyalakan sistem pendingin (coolant) sebelum menghidupkan alat.
  2. Hidupkan Precision Thin Sectioning dan biarkan diamond blade mencapai putaran kerja yang stabil.
  3. Gerakkan sampel secara perlahan menuju mata pisau menggunakan pengatur gerak (feed control).
  4. Lakukan pemotongan dengan kecepatan yang konstan untuk memperoleh hasil potongan yang rata.
  5. Setelah pemotongan selesai, jauhkan sampel dari diamond blade dan matikan alat.
  6. Tunggu hingga diamond blade berhenti berputar sepenuhnya sebelum mengambil sampel.

E. Pembersihan Alat

  1. Matikan alat dan putuskan sambungan listrik.
  2. Bersihkan sisa serpihan batuan pada meja kerja, sample holder, dan area sekitar diamond blade menggunakan kuas atau kain bersih.
  3. Bersihkan sisa coolant apabila terdapat tumpahan.
  4. Periksa kondisi diamond blade setelah digunakan dan bersihkan jika terdapat material yang menempel.
  5. Rapikan area kerja dan kembalikan seluruh perlengkapan ke tempat semula.
  6. Catat penggunaan alat pada buku log laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.

Laboratorium Kristal dan Mineral

Kompas Geologi

Deskripsi Alat

Prinsip Kerja

Cara Penggunaan

Total station sokkia im-52

Laboratorium Lingkungan dan Ekstraksi Mineral