Mekanika Batuan (P)

Materi Pembelajaran/Pokok Bahasan
Teaching Team
Pustaka
Materi Pembelajaran/Pokok Bahasan

  1. Definisi dan personal dalam mekanika batuan : Definisi, investigasi geotektik, aplikasi geomatika
  2. Tegangan, regangan dan lingkaran Mohr : analisis tegangan-regangan pada bidang, lingkaran Mohr, konsep lingkaran Mohr, elemen pembentuk lingkaran Mohr
  3. Analisis regangan dan sifat fisik dan sifat mekanik batuan : Hubungan tegangan dan regangan serta konsep kurva tegangan dan regangan. Sifat fisik, mekanik, dinamika batuan yang mempengaruhi desain dan konstruksi tambang.
  4. Uji kuat tekan batuan : Uji point load index, uji kuat tekna, uji geser, uji triaksial
  5. Pengujian insitu mekanika batuan : penentuan sifat mekanika batuan insitu, penentuna arah deformasi batuan yang siberi pembebanan, konsep CSIR untuk triaxial strain cell, metode pengunaannya serta metode kerja alat
  6. Perilaku batuan : Konsep elastik dan plastic batuan, tegangan dan deformasi pada material solid
  7. Kriteria failure batuan teoritis dan empiris : kriteria tengangan Tarik maksimum, kriteria Tresca, kriteria Mohr-Coulomb, kriteria Griffith, kriteria Bieniawski I dan II, kriteria Hoek-Brown
  8. Kriteria tegangan tarik dan geser maksimum : konsep keruntuhan batuan karena tarian untuk batuan brittle dan untuk batuan ductile
  9. Distribusi tegangan sebelum dibuat terowongan dan di sekitar terowongan untuk keadaan paling ideal : tegangan utama di sekitar batuan yang belum terganggu, kondisi tegangan insitu dan medan tegangan, Kirsh Equation untuk terowongan yang paling ideal (lingkaran)
  10. Distribusi tegangan di sekitar tegangan untuk tegangan mula-mula tidak hidrostatik : tegangan awal terhadap batuan dalam 1 arah (uniaxial strss field) dan 2 arah (biaxial stress field)
  11. Distribusi tegangan disekitar terowongan untuk batuan yang tidak isotrop : tegangan radial dan lateral di sekitar lubang bukaan bawah tanah, Kirsch equation
  12. Distribusi tegangan di sekitar terowongan untuk batuan yang mempunyai perilaku plastic sempurna di sekeliling terowongan, distribusi tegangan di sekitar terowongan yang berbentuk tidak bulat untuk keadaan paling ideal : Metode Kastner, distribusi tegangan untuk lubang bukaan tapal kuda, persegi, trapesium, ellips
  13. Pengukuran tegangan (stress) in-situ di dalam massa batuan : konsep plate loading stress, Rosette deformation, flat jack, over coring, hydraulic fracturing
  14. Metode Rossete deformation dan flat jack : tegangan permukaan terowongan, tegangan absolut, perubahan tegangan pada lubang bukaan bawah tanah, konsep flat ack, elemen alat pengujian flat jack, metode pengukuran flat jack
  15. Metode over coring dan hydraulic fracturing : konsep over coring, peralatan over coring, metode pengukuran over coring, konsep hydraulic fracturing, metode pengukuran hydraulic fracturing

Teaching Team
Pustaka

  1. Bieniawski, Engineering Rock Mass Classification, John Wiley & Sons, 1989.
  2. Brady, B.H.D. and Brown, E.T., Rock Mechanics for Underground Mining, George Allen & Unwin Ltd., London, 1985.
  3. Goodman, lntroduction Rock Mechanics, Second Edition, John Wiley & Sons, 1989.
  4. Gramberg – Non conventional view of rock mechanics
  5. Hoek, E. and Brown, E.T., Underground Excavation in Rock, Institution of Mining and Metallurgy, London, 1982.
  6. Jaeger & Cook – Fundamental of rock mechanics.