Seminar Online Perdana

ITERA NEWS. Program Studi Teknik Pertambangan ITERA Lampung menyelenggarakan Seminar Online perdana yang mengusung tema “Mengenal Industri Pertambangan: Usaha Pertambangan Batuan dan Mineral Bukan Logam” (Jumat,07/08/2020). Tema ini diangkat untuk memulai seri seminar online internal Prodi yang dinaungi oleh ITERA Seminar Online Series dalam kluster bertajuk ITERA For Sumatera.

Prof.Dr.Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA., selaku Plt. Ketua Jurusan Teknik Manufaktur dan Kebumian, dalam sambutannya menjelaskan bahwa  tantangan untuk Prodi Teknik Pertambangan untuk memaknai ITERA For Sumatera adalah menciptakan ciri khas bagi Teknik Pertambangan ITERA agar menjadi unik dan berbeda dengan lulusan Teknik Pertambangan kampus lainnya.


Prof. Deny Juanda Puradimaja memberikan sambutan pada Seminar Online “Mengenal Industri Pertambangan: Usaha Pertambangan Batuan & Mineral Bukan Logam” (07/08/2020).

“Contohnya, seseorang mencari ahli Reklamasi, pasti ingatnya Teknik Pertambangan ITERA. Ciri unik seperti itulah yang harus dibangun oleh program studi.”, ujar Prof. Deny menjelaskan ITERA For Sumatera lebih lanjut.

Prof. Deny mengatakan, “Dua hal penting yang harus diingat untuk memaknai ITERA For Sumatera; Pertama, percepatan pembangunan Sumatera. Kedua, secara kolektif meningkatkan daya saing Sumatera dalam konteks nasional”.  Artinya, seminar ini diharapkan membangun sumberdaya manusia ITERA untuk kemajuan dan pembangunan masyarakat Sumatera.

Kegiatan yang diikuti 192 peserta dan disiarkan melalui sambungan Zoom ini dipandu oleh moderator Linda Permata, S.T., M.Eng., M.T. dan menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama yaitu Muhammad Ronggour Pardamean Siahaan, S.T., M.T., seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Buana Nur Barokah yang beroperasi di IUP Batuan Jawa Barat. Narasumber kedua yaitu Awwab Hafizh, S.T., M.T., juga seorang KTT di PT Dua Bersama, yang beroperasi di komoditas sirtu dan batu andesit.

Bapak Awwab memulai presentasi dengan memberi contoh-contoh eratnya produk kegiatan pertambangan di kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan sumber bahan-bahan kontruksi dalam pembangunan yang berkelanjutan erat kaitannya dengan kegiatan pertambangan sehingga kebutuhan batuan dan mineral non-logam selalu meningkat.

Bapak Awwab menjelaskan lebih lanjut bahwa pengusahaan tambang batuan dan mineral non logam memiliki beberapa kelebihan antara lain, source yang banyak; Beberapa komoditas yang dihasilkan dari tambang batuan dan mineral non logam antara lain pasir kuarsa dan batuan gamping digunakan sebagai bahan dasar pembuatan semen, zeolit dapat digunakan sebagai penyaring air, marmer sebagai hiasan dinding rumah, clay sebagai bahan dasar pembuatan bata, genteng, kaolin sebagai bahan dasar kosmetik, dan batuan diatom digunakan dalam industri minyak goreng. Selain itu, usaha pertambangan ini tidak padat modal, resiko teknis dan ekonomis kecil, perizinan relatif mudah dan merupakan komoditi industri yang berkelanjutan seiring dengan pembangunan, mengacu pada UU No. 3 Tahun 2020, perubahan dari UU No. 4 Tahun 2009.

Hal yang menarik dan perlu digarisbawahi menurut Bapak Awwab adalah persiapan mahasiswa tambang untuk menghadapi dunia kerja pertambangan: ubah cara berpikir agar positif, bekali diri dengan wawasan dan pengetahuan, siapkan mental, bangun komunikasi dan jaringan, upgrade terus-menerus keahlian (skill), dan tumbuhkan jiwa wirausaha.

Bandar Lampung tempat makan sahur

Esok lusa berbuka di Medan

Perkenalkan saya Muhammad Ronggour

Pardamean Siahaan

-MPRS

Begitulah lantunan pantun untuk menyapa audiens. Menyambung pemateri pertama, Bapak Muhammad Ronggour Pardamean Siahaan yang akrab disapa Bapak Ronggour membeberkan fakta-fakta negatif tentang usaha pertambangan batuan dan mineral bukan logam seperti tidak ada izin (ilegal). Namun, fakta-fakta sebaliknya sangat mengejutkan karena komoditi dari hasil tambang ini sangat di butuhkan untuk pembangunan (kontruksi). Potensi tambang batuan dan mineral non logam sangat baik dipulau sumatera dikarenakan banyak program pemerintah yang telah disahkan oleh Presiden, seperti pembangunan kawasan industri, perumahan, irigasi dan dam, serta pembangunan tol trans sumatera. Lantas mengapa mindsetnya menjadi JANGAN bekerja disana karena illegal, JANGAN diteruskan penambangannya? Mengapa tidak LEGALKAN saja, didukung dengan Undang-Undang Minerba yang terbaru menyangkut Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB).

Bagi lulusan sarjana tambang ITERA jangan pandang sebelah mata untuk bekerja diperusahaan tambang batuan dan mineral non logam, hal ini dikarenakan cukup banyak perusahaan tambang ini yang memiliki izin dapat bekerja sama sebagai supplier kepada perusahaan nasional bahkan internasional. Regulasi saat ini berpihak kepada para engineers tambang, dapat dilihat dengan aturan yang memotong rantai perizinan dan memperketat administrasi laporan wajib bagi perusahaan. Regulasi ini diatur pada Kepmen ESDM nomor 1827 tahun 2018. Pada regulasi ini diharuskan memiliki Kepala Teknik Tambang dengan lulusan sarjana tambang.

Group photo Seminar Online Perdana Prodi Teknik Pertambangan ITERA

Bagi calon sarjana tambang agar dapat menerapkan good mining practice dan good mining engineering dengan cara menerapkan keselamatan yang pertama, produksi yang utama, dan lingkungan adalah kesimpulannya. Beginilah pesan-pesan Bapak Ronggour untuk calon lulusan sarjana tambang ITERA agar lebih termotivasi berkarya di dunia pertambangan. Bapak Ronggour, yang tumbuh besar di Banda Aceh ini juga menambahkan, “Apabila usaha pertambangan batuan dan mineral bukan logam ini berhasil, mungkin pantun saya bisa beneran terjadi. Sahur di lampung, waktu buka sudah di Medan.” (LP)