Studium Generale 1 PSTA ITERA

ITERA NEWS. Episode ke-2 dari ITERA Seminar Online Series yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Pertambangan (PSTA) ITERA kali ini mengusung tema “Mengenal Industri Pertambangan: Alat Berat di Sektor Pertambangan”. Acara yang dikemas menjadi Studium Generale 1 PSTA ITERA ini diselenggarakan pada hari Jumat 11 September 2020 puku 16.00 – 18.00 WIB. Sambutan dari Sekretaris PSTA ITERA, Bapak La Ode Arham, S.Pd., M.T., sekaligus membuka acara ini secara resmi. Studium Generale pertama ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dan menghadirkan dua orang narasumber. Narasumber pertama yaitu Sulthon, S.T., Direktur Operasional PT Iwasaka Rental Perkasa (PT IRP) yang merupakan perusahaan jasa penyewaan alat berat di daerah Sulawesi (Palu, Manado, dan Kendari). Narasumber kedua yaitu Nico Satrio Yudhanto, S.T., South East Asia Aftermarket Consultant dari Caterpillar Asia Pacific (CAT).

Materi pertama yang disampaikan Bapak Sulthon dimulai dengan menjelaskan pengalaman kerjanya sebagai Business Consultant di PT United Tractors. Beliau menjelaskan bahwa sebagai Business Consultant, ia dikelilingi oleh empat pihak yaitu jaringan ke pemerintahan, bowheer (pemilik project), bank/ leasing (lembaga pembiaya), dan client (pihak yang ingin membeli alat berat). Selanjutnya dijelaskan pula bahwa sektor bisnis alat berat, khususnya di Sumatera, itu cukup bervariasi, selain pertambangan ada juga perkebunan, logging, dan konstruksi. Bapak Sulton juga memberikan strategi bagi para peserta yang berminat untuk memulai berbisnis di industri alat berat seperti yang telah beliau lakukan, yaitu mulailah dengan menyewakan alat berat, kemudian mebeli alat berat, dan bisnis turunan alat berat (spare parts, mobilisasi, dan solar/ bahan bakar). Beliau pun menekankan untuk menjalankan strategi tersebut perlu adanya usaha yang maksimal ditambah dengan membangun relasi yang baik ke berbagai pihak.

Materi kedua yang disampaikan Bapak Nico berfokus pada peran alat berat di sektor pertambangan dan peran lulusan Teknik Pertambangan di industri alat berat. Beliau menjelaskan bahwa umumnya biaya yang dikeluarkan untuk alat berat (sewa/ beli, perawatan, dan bahan bakar) itu sekitar 67% dari total biaya penambangan. Beliau pun menambahkan “Caterpillar bukan hanya bekerja di pertambangan, namun Caterpillar melihat pertambangan sebagai industri yang spesial, sehingga Caterpillar dinamakan Resource Industry”. Selanjutnya Bapak Nico menjelaskan lulusan Teknik Pertambangan sangat berpengaruh dalam industri alat berat, terutama di sektor pertambangan, karena mampu menganalisa lebih baik dalam hal teknis dan ekomonis untuk target produksi perusahaan serta mengetahui problem dan solusi yang diperlukan agar kegiatan pertambangan tetap berlangsung. Selain itu lulusan Teknik Pertambangan juga dapat memberi rekomendasi kebutuhan jumlah alat berat, jenis alat berat, dan spare parts yang sesuai dengan kondisi lapangan pertambangan tertentu.

Bagi yang ini melihat kembali rekaman kegiatan Studium Generale 1 ini, dapat mengunjungi kanal Youtube Teknik Pertambangan ITERA.

Penyampaian materi pertama oleh Bapak Sulthon (PT IRP)
Penyampaian materi kedua oleh Bapak Nico Satrio Yudhanto (CAT)
Sesi foto grup Studium Generale 1 PSTA ITERA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *