Workshop Kurikulum MB-MK Teknik Pertambangan ITERA

Senin, 10 Agustus 2020 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan workshop mengenai Kurikulum Kampus Merdeka yang di buka oleh Bapak Prof. Deny Juanda Puradimaja, DEA (Ketua Jurusan Teknik Manufaktur dan Kebumian) dan dihadiri oleh Bapak Dr. Eng. Ir Syafrizal, M.T (ketua Forkopindo), Bapak Rizal Kasli (ketua Umum PERHAPI), Bapak Toto Yulianti (perwakilan Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementrian ESDM), dan Bapak Pajar Hariadi (Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk).

Workshop kurikulum Kampus Merdeka Belajar (MB-MK) ini diadakan dengan tujuan agar dapat berdiskusi dengan semua stakehorder serta meminta pendapat dan saran dari para stakeholder terkait Kampus Merdeka Belajar.

Dari ITERA sendiri memaparkan materi terkait Kampus Merdeka Belajar dengan menampilkan Kurikulum Merdeka Belajar atau bisa disebut Kurikulum 2020. Diskusi yang berjalan selama 2 jam setengah mendapat banyak saran dan masukan dari para stakeholder seperti saran dari ketua Forkopindo Bapak Syafrizal mengatakan bahwa “MB-MK ini merupakan sebuah pilihan untuk institusi, boleh dilaksanan boleh tidak, dan Bapak Syafrizal mengatakan juga ITERA harus mengagungkan Sumatera, menggali keunikan lokal, serta menetapkan tujuan dan arahan Pendidikan (Era 4.0, Hirilisasi dan MB-MK).

Bapak Rizal Kasli, ketua umum PERHAPI mengatakan bahwa “Lembaga Pendidikan harus memiliki kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Asosiasi, serta mengatakan bahwa pengolahan dan pemurnian menjadi hal yang sangat strategis ke depannya, link and match (Merdeka Belajar) tetap menjadi andalan bagi kita.

Perwakilan dari Kementrian ESDM, Bapak Toto Yulianti menjelaskan “Dasar Hukum terkait standarisasi untuk pertambangan dan batubara dimana sudah banyak regulasi yang telah mengatur seperti: UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, yang secara detail mengatur standarisasi di Kepmen 1827.K/30?MEM/2018. Tujuan standar kompetensi adalah menjamin penerapan kaidah pertambangan yang baik, mewujudkan peningkatan kompetensi tenega kerja, mewujudkan tertib pelaksanaan pekerja berbasis kompetensi dan sertifikasi.

Bapak Pajar Hariandi selaku Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk memberi saran dan masukan mengenai MB-MK. Bapak Pajar mengatakan bahwa “studium general bisa didapatkan dengan mengundang professional atau bekerja sama dengan pada Ahlinya, pengantar komputer sangat penting seperti skill penggunaan software dasar dalam dunia pertambangan, perlu tambahan mata kuliah seperti geofisika, kewirausahaan dan bidang ilmu yang berhubungan dengan dunia pertambangan.

 

Dari ITERA sendiri memaparkan materi terkait Kampus Merdeka Belajar dengan menampilkan Kurikulum Merdeka Belajar atau bisa disebut Kurikulum 2020. Diskusi yang berjalan selama 2 jam setengah mendapat banyak saran dan masukan dari para stakeholder seperti saran dari ketua Forkopindo Bapak Syafrizal mengatakan bahwa “MB-MK ini merupakan sebuah pilihan untuk institusi, boleh dilaksanan boleh tidak, dan Bapak Syafrizal mengatakan juga ITERA harus mengagungkan Sumatera, menggali keunikan lokal, serta menetapkan tujuan dan arahan Pendidikan (Era 4.0, Hirilisasi dan MB-MK).

Bapak Rizal Kasli, ketua umum PERHAPI mengatakan bahwa “Lembaga Pendidikan harus memiliki kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Asosiasi, serta mengatakan bahwa pengolahan dan pemurnian menjadi hal yang sangat strategis ke depannya, link and match (Merdeka Belajar) tetap menjadi andalan bagi kita.

Perwakilan dari Kementrian ESDM, Bapak Toto Yulianti menjelaskan “Dasar Hukum terkait standarisasi untuk pertambangan dan batubara dimana sudah banyak regulasi yang telah mengatur seperti: UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, yang secara detail mengatur standarisasi di Kepmen 1827.K/30?MEM/2018. Tujuan standar kompetensi adalah menjamin penerapan kaidah pertambangan yang baik, mewujudkan peningkatan kompetensi tenega kerja, mewujudkan tertib pelaksanaan pekerja berbasis kompetensi dan sertifikasi.

Bapak Pajar Hariandi selaku Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk memberi saran dan masukan mengenai MB-MK. Bapak Pajar mengatakan bahwa “stadium general bisa didapatkan dengan mengundang professional atau bekerja sama dengan pada Ahlinya, pengantar komputer sangat penting seperti skill penggunaan software dasar dalam dunia pertambangan, perlu tambahan mata kuliah seperti geofisika, kewirausahaan dan bidang ilmu yang berhubungan dengan dunia pertambangan.

Dari ITERA sendiri memaparkan materi terkait Kampus Merdeka Belajar dengan menampilkan Kurikulum Merdeka Belajar atau bisa disebut Kurikulum 2020. Diskusi yang berjalan selama 2 jam setengah mendapat banyak saran dan masukan dari para stakeholder seperti saran dari ketua Forkopindo Bapak Syafrizal mengatakan bahwa “MB-MK ini merupakan sebuah pilihan untuk institusi, boleh dilaksanan boleh tidak, dan Bapak Syafrizal mengatakan juga ITERA harus mengagungkan Sumatera, menggali keunikan lokal, serta menetapkan tujuan dan arahan Pendidikan (Era 4.0, Hirilisasi dan MB-MK).

Bapak Rizal Kasli, ketua umum PERHAPI mengatakan bahwa “Lembaga Pendidikan harus memiliki kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Asosiasi, serta mengatakan bahwa pengolahan dan pemurnian menjadi hal yang sangat strategis ke depannya, link and match (Merdeka Belajar) tetap menjadi andalan bagi kita.

Perwakilan dari Kementrian ESDM, Bapak Toto Yulianti menjelaskan “Dasar Hukum terkait standarisasi untuk pertambangan dan batubara dimana sudah banyak regulasi yang telah mengatur seperti: UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang secara detail mengatur standarisasi di Kepmen 1827.K/30/MEM/2018. Tujuan standar kompetensi adalah menjamin penerapan kaidah pertambangan yang baik, mewujudkan peningkatan kompetensi tenega kerja, mewujudkan tertib pelaksanaan pekerja berbasis kompetensi dan sertifikasi.

Bapak Pajar Hariandi selaku Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk memberi saran dan masukan mengenai MB-MK. Bapak Pajar mengatakan bahwa “stadium general bisa didapatkan dengan mengundang professional atau bekerja sama dengan pada Ahlinya, pengantar komputer sangat penting seperti skill penggunaan software dasar dalam dunia pertambangan, perlu tambahan mata kuliah seperti geofisika, kewirausahaan dan bidang ilmu yang berhubungan dengan dunia pertambangan.

Dokumentasi Workshop Kurikulum MB-MK Teknik Pertambangan ITERA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *