Audit Mutu Internal Agustus 2020

Senin, 31 Agustus 2020 telah diadakan Audit Mutu Internal 2020 (AMI). Acara ini dihadiri oleh Tim Auditor Nova Resfita dan Sillak Asdiani. AMI perdana ini dihadiri oleh 6 dosen tambang: La Ode Arham, Rahmat Fadhilah, Edo Kharisman Army, Linda Permata, M. Akbari danasla, dan Jarwinda.

Kegiatan ini berisikan memantauan terhadap Program Studi Pertambangan tentang standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan. Secara umum program studi pertambangan memiliki beberapa poin yang sudah terlaksanan walaupun masih banyak yang harus diperbaiki dan dilengkapi. Banyak saran dan masukan dari Tim Audit untuk melengkapi berkas guna memudahkan dalam melengkapi berkas-berkas saat akreditasi.

Paradigma dan Penerapan Kurikulum 2020 (MB-KM) di Prodi Teknik Pertambangan

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka merupakan kebijakan Meteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil.

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem. Salah satu dari kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka adalah Hak Belajar Tiga Semester di Luar Program Studi.

Skema Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (Permendikbud No. 3 Tahun 2020)

Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial. 

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka diharapkan dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat.

Kampus ITERA menerapkan skema ini sesuai Surat Edaran Nomor B/317/IT.9.A/KR.00.01/2020 tentang Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Semester Gasal Tahun Akademik 2020/2021 di Institut Teknologi Sumatera. Berdasarkan arahan tersebut, berikut struktur Kurikulum 2020 Prodi Teknik Pertambangan.

Workshop Kurikulum MB-MK Teknik Pertambangan ITERA

Senin, 10 Agustus 2020 Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan workshop mengenai Kurikulum Kampus Merdeka yang di buka oleh Bapak Prof. Deny Juanda Puradimaja, DEA (Ketua Jurusan Teknik Manufaktur dan Kebumian) dan dihadiri oleh Bapak Dr. Eng. Ir Syafrizal, M.T (ketua Forkopindo), Bapak Rizal Kasli (ketua Umum PERHAPI), Bapak Toto Yulianti (perwakilan Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementrian ESDM), dan Bapak Pajar Hariadi (Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk).

Workshop kurikulum Kampus Merdeka Belajar (MB-MK) ini diadakan dengan tujuan agar dapat berdiskusi dengan semua stakehorder serta meminta pendapat dan saran dari para stakeholder terkait Kampus Merdeka Belajar.

Dari ITERA sendiri memaparkan materi terkait Kampus Merdeka Belajar dengan menampilkan Kurikulum Merdeka Belajar atau bisa disebut Kurikulum 2020. Diskusi yang berjalan selama 2 jam setengah mendapat banyak saran dan masukan dari para stakeholder seperti saran dari ketua Forkopindo Bapak Syafrizal mengatakan bahwa “MB-MK ini merupakan sebuah pilihan untuk institusi, boleh dilaksanan boleh tidak, dan Bapak Syafrizal mengatakan juga ITERA harus mengagungkan Sumatera, menggali keunikan lokal, serta menetapkan tujuan dan arahan Pendidikan (Era 4.0, Hirilisasi dan MB-MK).

Bapak Rizal Kasli, ketua umum PERHAPI mengatakan bahwa “Lembaga Pendidikan harus memiliki kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Asosiasi, serta mengatakan bahwa pengolahan dan pemurnian menjadi hal yang sangat strategis ke depannya, link and match (Merdeka Belajar) tetap menjadi andalan bagi kita.

Perwakilan dari Kementrian ESDM, Bapak Toto Yulianti menjelaskan “Dasar Hukum terkait standarisasi untuk pertambangan dan batubara dimana sudah banyak regulasi yang telah mengatur seperti: UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, yang secara detail mengatur standarisasi di Kepmen 1827.K/30?MEM/2018. Tujuan standar kompetensi adalah menjamin penerapan kaidah pertambangan yang baik, mewujudkan peningkatan kompetensi tenega kerja, mewujudkan tertib pelaksanaan pekerja berbasis kompetensi dan sertifikasi.

Bapak Pajar Hariandi selaku Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk memberi saran dan masukan mengenai MB-MK. Bapak Pajar mengatakan bahwa “studium general bisa didapatkan dengan mengundang professional atau bekerja sama dengan pada Ahlinya, pengantar komputer sangat penting seperti skill penggunaan software dasar dalam dunia pertambangan, perlu tambahan mata kuliah seperti geofisika, kewirausahaan dan bidang ilmu yang berhubungan dengan dunia pertambangan.

 

Dari ITERA sendiri memaparkan materi terkait Kampus Merdeka Belajar dengan menampilkan Kurikulum Merdeka Belajar atau bisa disebut Kurikulum 2020. Diskusi yang berjalan selama 2 jam setengah mendapat banyak saran dan masukan dari para stakeholder seperti saran dari ketua Forkopindo Bapak Syafrizal mengatakan bahwa “MB-MK ini merupakan sebuah pilihan untuk institusi, boleh dilaksanan boleh tidak, dan Bapak Syafrizal mengatakan juga ITERA harus mengagungkan Sumatera, menggali keunikan lokal, serta menetapkan tujuan dan arahan Pendidikan (Era 4.0, Hirilisasi dan MB-MK).

Bapak Rizal Kasli, ketua umum PERHAPI mengatakan bahwa “Lembaga Pendidikan harus memiliki kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Asosiasi, serta mengatakan bahwa pengolahan dan pemurnian menjadi hal yang sangat strategis ke depannya, link and match (Merdeka Belajar) tetap menjadi andalan bagi kita.

Perwakilan dari Kementrian ESDM, Bapak Toto Yulianti menjelaskan “Dasar Hukum terkait standarisasi untuk pertambangan dan batubara dimana sudah banyak regulasi yang telah mengatur seperti: UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, yang secara detail mengatur standarisasi di Kepmen 1827.K/30?MEM/2018. Tujuan standar kompetensi adalah menjamin penerapan kaidah pertambangan yang baik, mewujudkan peningkatan kompetensi tenega kerja, mewujudkan tertib pelaksanaan pekerja berbasis kompetensi dan sertifikasi.

Bapak Pajar Hariandi selaku Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk memberi saran dan masukan mengenai MB-MK. Bapak Pajar mengatakan bahwa “stadium general bisa didapatkan dengan mengundang professional atau bekerja sama dengan pada Ahlinya, pengantar komputer sangat penting seperti skill penggunaan software dasar dalam dunia pertambangan, perlu tambahan mata kuliah seperti geofisika, kewirausahaan dan bidang ilmu yang berhubungan dengan dunia pertambangan.

Dari ITERA sendiri memaparkan materi terkait Kampus Merdeka Belajar dengan menampilkan Kurikulum Merdeka Belajar atau bisa disebut Kurikulum 2020. Diskusi yang berjalan selama 2 jam setengah mendapat banyak saran dan masukan dari para stakeholder seperti saran dari ketua Forkopindo Bapak Syafrizal mengatakan bahwa “MB-MK ini merupakan sebuah pilihan untuk institusi, boleh dilaksanan boleh tidak, dan Bapak Syafrizal mengatakan juga ITERA harus mengagungkan Sumatera, menggali keunikan lokal, serta menetapkan tujuan dan arahan Pendidikan (Era 4.0, Hirilisasi dan MB-MK).

Bapak Rizal Kasli, ketua umum PERHAPI mengatakan bahwa “Lembaga Pendidikan harus memiliki kerja sama dengan Lembaga Pemerintahan dan Asosiasi, serta mengatakan bahwa pengolahan dan pemurnian menjadi hal yang sangat strategis ke depannya, link and match (Merdeka Belajar) tetap menjadi andalan bagi kita.

Perwakilan dari Kementrian ESDM, Bapak Toto Yulianti menjelaskan “Dasar Hukum terkait standarisasi untuk pertambangan dan batubara dimana sudah banyak regulasi yang telah mengatur seperti: UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, yang secara detail mengatur standarisasi di Kepmen 1827.K/30/MEM/2018. Tujuan standar kompetensi adalah menjamin penerapan kaidah pertambangan yang baik, mewujudkan peningkatan kompetensi tenega kerja, mewujudkan tertib pelaksanaan pekerja berbasis kompetensi dan sertifikasi.

Bapak Pajar Hariandi selaku Senior Manager Perencanaan PT. Bukit Asam Tbk memberi saran dan masukan mengenai MB-MK. Bapak Pajar mengatakan bahwa “stadium general bisa didapatkan dengan mengundang professional atau bekerja sama dengan pada Ahlinya, pengantar komputer sangat penting seperti skill penggunaan software dasar dalam dunia pertambangan, perlu tambahan mata kuliah seperti geofisika, kewirausahaan dan bidang ilmu yang berhubungan dengan dunia pertambangan.

Dokumentasi Workshop Kurikulum MB-MK Teknik Pertambangan ITERA.

Kurikulum 2020

Semester 1

No.Kode MTNama Mata Kuliah SKS
1 MA-1101A Matematika 14
2FI-1101AFisika Dasar 14
3KI-1101AKimia Dasar 13
4BI-1101ABiologi2
5KU-0003Bahasa Indonesi2
6KU-0007Pengenalan Komputer dan Software 12
7KU-1004Olahraga2
Total SKS19

Semester 2

No.Kode MKNama Mata KuliahSKS
1.KU-1003Lingkungan Hidup Sumatera2
2.MA-1201AMatematika 24
3.FI-1201A Fisika Dasar 2 4
4.KI-1201AKimia Dasar 23
5.KU-1201Bahasa Inggris2
6.KU-0Pengenalan Komputer dan Software 22
Total SKS17

Semester 3

No.Kode MKNama Mata KuliahSKS
1.GLGeologi Fisik (P)3
2.TA-2101Kristal dan Mineral (P)3
3.TFMekanika Teknik3
4.TA-2103Mekanika Fluida2
5.MAAljabar Linier Elementer3
6.GTPengantar Surveying (P)2
7.KU-001XAgama2
8.TA-2102Sistem Penambangan2
Total SKS20

Semester 4

NoKode MKNama Mata KuliahSKS
1.GLGeologi Struktur (P)3
2.TA-2201Genesa Bahan Galian3
3.TA-2202Metode Numerik2
4.TA-2203Peralatan Tambang & Penanganan Material3
5.ELTeknik Tenaga Listrik2
6.MAAnalisa data3
7.KU-0002Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan2
Total SKS18

Semester 5

No.Kode MKNama Mata KuliahSKS
TA-3106Pengolahan Bahan Galian (P)3
TA-3101Geostatistik untuk Pemodelan Sumberdaya3
TA-3107Valuasi Tambang 2
TA-3105Pengantar Estimasi Sumberdaya2
TA-3102Kestabilan Bawah Tanah2
TA-3103Lingkungan Tambang3
TA-3104Mekanika Batuan (P)3
KU-0005Kuliah Kerja Nyata2
Total SKS20

Semester 8

No.Kode MKNama Mata KuliahSKS
1.TA-4201K3 dan Ketenagakerjaan2
2.TA-4202Kebijakan Pertambangan2
3.KU-0006Studium Generale2
4.TA-4203Perencanaan Tambang (P)4
Total SKS10

Materi dan Rangkuman Sesi Diskusi Seminar Online Perdana

Bagi yang ketinggalan acara seminar online perdana Program Studi Teknik Pertambangan (Jumat, 7 Agustus 2020, 09.00-11.00 WIB), jangan khawatir! Anda dapat menonton kembali tayangan ulang di Channel Youtube kami. Jangan lupa subscribe!

Pada sesi diskusi, tidak semua pertanyaan dapat disampaikan kepada kedua pembicara karena keterbatasan waktu. Oleh karena itu, panitia membuat rangkuman jawaban semua pertanyaan yang diajukan saat seminar online berlangsung. Panitia juga merilis materi yang disampaikan kedua pembicara, untuk bahan pembelajaran, silakan di download!

Nantikan seminar online kami selanjutnya!

Seminar Online Perdana

ITERA NEWS. Program Studi Teknik Pertambangan ITERA Lampung menyelenggarakan Seminar Online perdana yang mengusung tema “Mengenal Industri Pertambangan: Usaha Pertambangan Batuan dan Mineral Bukan Logam” (Jumat,07/08/2020). Tema ini diangkat untuk memulai seri seminar online internal Prodi yang dinaungi oleh ITERA Seminar Online Series dalam kluster bertajuk ITERA For Sumatera.

Prof.Dr.Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA., selaku Plt. Ketua Jurusan Teknik Manufaktur dan Kebumian, dalam sambutannya menjelaskan bahwa  tantangan untuk Prodi Teknik Pertambangan untuk memaknai ITERA For Sumatera adalah menciptakan ciri khas bagi Teknik Pertambangan ITERA agar menjadi unik dan berbeda dengan lulusan Teknik Pertambangan kampus lainnya.


Prof. Deny Juanda Puradimaja memberikan sambutan pada Seminar Online “Mengenal Industri Pertambangan: Usaha Pertambangan Batuan & Mineral Bukan Logam” (07/08/2020).

“Contohnya, seseorang mencari ahli Reklamasi, pasti ingatnya Teknik Pertambangan ITERA. Ciri unik seperti itulah yang harus dibangun oleh program studi.”, ujar Prof. Deny menjelaskan ITERA For Sumatera lebih lanjut.

Prof. Deny mengatakan, “Dua hal penting yang harus diingat untuk memaknai ITERA For Sumatera; Pertama, percepatan pembangunan Sumatera. Kedua, secara kolektif meningkatkan daya saing Sumatera dalam konteks nasional”.  Artinya, seminar ini diharapkan membangun sumberdaya manusia ITERA untuk kemajuan dan pembangunan masyarakat Sumatera.

Kegiatan yang diikuti 192 peserta dan disiarkan melalui sambungan Zoom ini dipandu oleh moderator Linda Permata, S.T., M.Eng., M.T. dan menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama yaitu Muhammad Ronggour Pardamean Siahaan, S.T., M.T., seorang Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Buana Nur Barokah yang beroperasi di IUP Batuan Jawa Barat. Narasumber kedua yaitu Awwab Hafizh, S.T., M.T., juga seorang KTT di PT Dua Bersama, yang beroperasi di komoditas sirtu dan batu andesit.

Bapak Awwab memulai presentasi dengan memberi contoh-contoh eratnya produk kegiatan pertambangan di kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan sumber bahan-bahan kontruksi dalam pembangunan yang berkelanjutan erat kaitannya dengan kegiatan pertambangan sehingga kebutuhan batuan dan mineral non-logam selalu meningkat.

Bapak Awwab menjelaskan lebih lanjut bahwa pengusahaan tambang batuan dan mineral non logam memiliki beberapa kelebihan antara lain, source yang banyak; Beberapa komoditas yang dihasilkan dari tambang batuan dan mineral non logam antara lain pasir kuarsa dan batuan gamping digunakan sebagai bahan dasar pembuatan semen, zeolit dapat digunakan sebagai penyaring air, marmer sebagai hiasan dinding rumah, clay sebagai bahan dasar pembuatan bata, genteng, kaolin sebagai bahan dasar kosmetik, dan batuan diatom digunakan dalam industri minyak goreng. Selain itu, usaha pertambangan ini tidak padat modal, resiko teknis dan ekonomis kecil, perizinan relatif mudah dan merupakan komoditi industri yang berkelanjutan seiring dengan pembangunan, mengacu pada UU No. 3 Tahun 2020, perubahan dari UU No. 4 Tahun 2009.

Hal yang menarik dan perlu digarisbawahi menurut Bapak Awwab adalah persiapan mahasiswa tambang untuk menghadapi dunia kerja pertambangan: ubah cara berpikir agar positif, bekali diri dengan wawasan dan pengetahuan, siapkan mental, bangun komunikasi dan jaringan, upgrade terus-menerus keahlian (skill), dan tumbuhkan jiwa wirausaha.

Bandar Lampung tempat makan sahur

Esok lusa berbuka di Medan

Perkenalkan saya Muhammad Ronggour

Pardamean Siahaan

-MPRS

Begitulah lantunan pantun untuk menyapa audiens. Menyambung pemateri pertama, Bapak Muhammad Ronggour Pardamean Siahaan yang akrab disapa Bapak Ronggour membeberkan fakta-fakta negatif tentang usaha pertambangan batuan dan mineral bukan logam seperti tidak ada izin (ilegal). Namun, fakta-fakta sebaliknya sangat mengejutkan karena komoditi dari hasil tambang ini sangat di butuhkan untuk pembangunan (kontruksi). Potensi tambang batuan dan mineral non logam sangat baik dipulau sumatera dikarenakan banyak program pemerintah yang telah disahkan oleh Presiden, seperti pembangunan kawasan industri, perumahan, irigasi dan dam, serta pembangunan tol trans sumatera. Lantas mengapa mindsetnya menjadi JANGAN bekerja disana karena illegal, JANGAN diteruskan penambangannya? Mengapa tidak LEGALKAN saja, didukung dengan Undang-Undang Minerba yang terbaru menyangkut Surat Izin Pertambangan Batuan (SIPB).

Bagi lulusan sarjana tambang ITERA jangan pandang sebelah mata untuk bekerja diperusahaan tambang batuan dan mineral non logam, hal ini dikarenakan cukup banyak perusahaan tambang ini yang memiliki izin dapat bekerja sama sebagai supplier kepada perusahaan nasional bahkan internasional. Regulasi saat ini berpihak kepada para engineers tambang, dapat dilihat dengan aturan yang memotong rantai perizinan dan memperketat administrasi laporan wajib bagi perusahaan. Regulasi ini diatur pada Kepmen ESDM nomor 1827 tahun 2018. Pada regulasi ini diharuskan memiliki Kepala Teknik Tambang dengan lulusan sarjana tambang.

Group photo Seminar Online Perdana Prodi Teknik Pertambangan ITERA

Bagi calon sarjana tambang agar dapat menerapkan good mining practice dan good mining engineering dengan cara menerapkan keselamatan yang pertama, produksi yang utama, dan lingkungan adalah kesimpulannya. Beginilah pesan-pesan Bapak Ronggour untuk calon lulusan sarjana tambang ITERA agar lebih termotivasi berkarya di dunia pertambangan. Bapak Ronggour, yang tumbuh besar di Banda Aceh ini juga menambahkan, “Apabila usaha pertambangan batuan dan mineral bukan logam ini berhasil, mungkin pantun saya bisa beneran terjadi. Sahur di lampung, waktu buka sudah di Medan.” (LP)